Tentang Kami

button-twitter.png button-facebook.png

Tentang Lembaga Budaya

Selamat datang di website Lembaga Budaya Universitas Trisakti, yang  berfungsi sebagai layanan  pembinaan budaya bangsa ke dalam kampus (internal), dan bersifat sosial edukatif bagi Mahasiswa, Tenaga Pendidik (Dosen) dan Tenaga Kependidikan (karyawan), disamping  bersifat public service bagi masyarakat luar kampus (eksternal).

Universitas Trisakti mempunyai kampus yang pluralistik, baik dari segi disiplin ilmu (Sain, Teknologi, dan Seni) maupun heterogenitas latar belakang sosial budaya mahasiswa, yang meliputi lintas suku, lintas agama, lintas etnis, yang sedikit banyak memberi warna warni kampus. Menyikapi fakta kondisi kebhinekaan seperti ini, dan menanggapi fakta kecenderungan minat calon mahasiswa baru,  Universitas Trisakti menyadari perlu adanya piranti yang berperan sebagai unsur pemersatu. Unsur piranti itu bernama Lembaga Budaya yang diharapkan mampu merekat perbedaan-perbedaan  yang mungkin ada, dan membentuk kekuatan2 baru yang saling mendukung.

Keputusan Rektor Usakti pada tahun 2008, menginstruksikan pembentukan Lembaga Budaya sangatlah tepat, dalam konteks memperingati lahirnya sejarah ‘reformasi’ yang sudah berusia satu dasawarsa – dan sekaligus seratus tahun ’kebangkitan nasional’. Peristiwa reformasi, seyogyanya tidak semata dipahami dalam konteks fenomena sosial politik, tetapi juga dimaknai dalam konteks kebangkitan dimensi sosial budaya. – khususnya di lingkungan Universitas Trisakti. Dimulai dari kampus ‘reformasi’ - kita berharap akan lahir insan-insan berbudaya (beradab) – melalui proses implementasi ‘culturalism’.

Dalam melaksanakan tugas, Lembaga Budaya meliputi berbagai kegiatan seperti Bahasa, Seni, dan berbagai kegiatan budaya lainnya, yang mendukung Visi Lembaga Budaya Universitas Trisakti.
Pusat Bahasa berfungsi sebagai Layanan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia dan berbahasa Asing . Kegiatan di Pusat Bahasa ini terdiri atas dua kelompok utama yaitu; 1) Kegiatan pembinaan internal yang menyediakan pelatihan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia di lingkup Universitas Trisakti; 2) Kegiatan pelayanan eksternal yaitu melaksanakan kursus-kursus bahasa yang ditujukan bagi masyarakat umum maupun masyarakat kampus. Sedangkan Pusat Seni berfungsi  tidak semata  menghasilkan produk yang tampil estetis (gemerlap) di permukaan,  namun dangkal dalam ‘pesan’ (tak bermakna), namun dari karya seni, dituntut juga kemampuan mengangkat nilai-nilai simbolis yang berperan penggugah rasa (emosi). Nilai-nilai emosioanal adalah ungkapan rasa, yang disampaikan melalui karya seni. Semua nilai-nilai simbolis ini, dalam proses berkarya seni, lazim dibingkai dalam ungkapan kata ‘berekspresi’. Medianya sangat luas dan beragam , bisa dalam bahasa Rupa (fine art), Desain (applied art) maupun bahasa gerak dan bunyi (performance art). Pada hakekatnya, setiap manusia, apapun latar belakang keilmuannya, termasuk ilmu eksakta,  mampu mengungkapkan ekspresi (pikiran dan perasaannya) yang mengandung nilai estetis sekaligus simbolis, melalui berbagai media, tetapi, yang membedakan adalah kadarnya.  Perbedaan ini dipengaruhi faktor dari lahir dan pengalaman hidup lingkunganya. Pembinaan oleh lingkungan. Naluri Seni adalah kunci keberhasilan meningkatkan apresiasi seni bagi yang tidak memiliki kodrat bawaan lahir. Manfaat dari pembinaan kemampuan berekspresi akan berdampak positif pada kepekaan ‘rasa’, pekerti dan peri laku, dan mengaktifkan otak kanan.

Membangun kebudayaan bangsa sudah tentu memerlukan suatu arahan jangka panjang. Kebudayaan sendiri terwujud oleh manusia-manusia kampus yang perlu dididik dan dilatih untuk menjadi pendukung kebudayaan bangsa itu sendiri. Dengan demikian , sasaran pembangunan kebudayaan pada intinya meliputi pembinaan bangsa, dan itu berarti, terwujudnya karakter bangsa yang tangguh dan kompetitif, serta peduli pada moralitas yang tinggi. Diharapkan dengan adanya Layanan Budaya ini dapat Mengembangkan daya kreasi dan inovasi dalam Ilmu, Teknologi dan Seni, mengaktifkan “otak kiri” (Bahasa) dan “otak kanan”( seni, musik, kreativitas) serta membentuk “soft skill”.
 
I. Fungsi
a. Memberikan layanan Budaya yang berbentuk Layanan Bahasa kepada warga kampus, berfungsi sebagai “pembinaan” di bidang kegiatan berbahasa Indonesia, bahasa Inggris dan Bahasa Asing lainnya.
b. Memberikan Layanan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dalam bidang peningkatan kemampuan berbahasa Indonesia.
c. Memberikan Pelayanan kepada masyarakat luar, berupa pelatihan bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan Bahasa Asing lainnya.
d. Memberikan layanan Budaya yang berbentuk Layanan Berkesenian (pelatihan membatik, belajar angklung, juga pembuatan “barang”seni, craft, bagi warga kampus.
e. Memberikan Pelayanan kepada masyarakat luar ( orang Indonesia maupun orang Asing), pelatihan pembuatan ’barang’ seni, craft, serta penjualan ’jasa’ produk Budaya Indonesia.
f. Melestarikan dan mengembangkan kesenian lokal yang berwawasan global.
 
II. Manfaat
a. Terciptanya kondisi lingkungan sosial kampus yang lebih berbudaya dan memiliki rasa toleransi terhadap fenomena perbedaan, agar tercipta kehidupan yang selaras, serasi, kreatif, dan artistik.
b. Membantu mahasiswa , dosen dan karyawan  untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing sebagai sarana efektif memperoleh informasi keilmuan, dan berkomunikasi.
c. Sebagai pusat informasi kebahasaan yang bertujuan untuk membantu masyarakat kampus dan masyarakat umum yang membutuhkan bantuan dalam bidang kebahasaan.
d. Sebagai pusat informasi kebahasaan terutama bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Disamping untuk bahasa-bahasa asing lain yaitu bahasa Spanyol, Jerman, Perancis, Mandarin, Korea, Jepang, dan BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).
e. Mendapatkan pelayanan dalam pembinaan bakat seni dan olahraga, bagi setiap Dosen dan karyawan .
f. Menghasilkan kerjasama dengan berbagai pihak yang terikat dalam pengembangan riset, kajian, serta pemikiran kebudayaan baik di tingkat nasional, regional, dan internasional yang saling menguntungkan.
g. Memberi sumbangan nyata kepada pihak industri dan masyarakat pengguna, yang membutuhkan ’jasa’ di bidang Seni
h. Membantu sentra-sentra kerajinan rakyat yang telah dibina oleh program ’PKM’ atau peserta kursus  Lembaga Budaya (selaku produsen) guna memperoleh akses pasar domestik maupun ekspor.
 
III. Jenis
A. Pembinaan Bahasa
1. Internal
a. Pelatihan penggunaan bahasa Indonesia dalam kegiatan surat-menyurat   dan administrasi kampus.
b. Pelatihan penyeragaman penulisan karangan ilmiah dalam bahasa Indonesia.
c. Pelatihan penulisan abstrak dalam bahasa Inggris bagi mahasiwa dan dosen di lingkungan Universitas Trisakti.
d. Pelatihan metode pengajaran bahasa dan pengajaran materi lain yang ditujukan bagi para dosen di Universitas Trisakti.
e. Lain-lain (In-house training, Layanan Editing, LayananTerjemahan).
   
2. Eksternal
a. Pelayanan Bahasa Indonesia terdiri atas BIPA Tingkat Pemula I dan 2, BIPA Tingkat Madya I dan 2, BIPA Tingkat Mahir I dan 2.
b. Pelayanan Bahasa Inggris terdiri atas Kursus Conversation, Kursus   TOEFL- Preparation, Kursus Academic English, Kursus IELTS-Preparation.
c. Pelayanan Bahasa Asing Lain terdiri atas Kurus Bahasa Spanyol, Kursus Bahasa Korea, Kursus Bahasa Mandarin, Kursus Bahasa Jepang,  Kursus Bahasa Jerman, Kursus Bahasa Perancis, dan Kursus Bahasa Arab.
   
B. Pembinaan Seni
1. Internal
a. Memberi bimbingan, pelatihan, dan fasilitas kepada warga kampus   yang berminat melakukan aktivitas Seni (Melukis, Membatik, Fotografi,  Seni Terapan dan Seni pertunjukan).
b. Menyelenggarakan seni pertunjukan (teater, seni Tari, Paduan Suara,  wayang kulit, wayang orang,tarian Nasional, karawitan, kolintang, gamelan, band) yang menggali kearifan lokal sebagai identitas jati diri bangsa.
   
2. Eksternal
a. Menjalin kerjasama dengan pihak yang terkait dalam pengembangan riset, kajian, serta pemikiran kebudayaan baik di tingkat regional, nasional, dan internasional.
b. Melakukan penyelenggaran kegiatan  QS Summer School  bagi mahasiswa2 asing yang berminat mengenal kebudayaan Indonesia, sambil belajar bahasa Indonesia, dan sebaliknya, mengakomodir kegiatan QS Summer School bagi Mahasiswa Universitas Trisakti pada Universitas-universitas.
 
  Ruang kelas yang digunakan untuk semua kursus (Kursus Bahasa dan kursus BIPA bagi orang asing) adalah sebagai berikut :  
a. Kampus A – Gedung E lantai Dasar (FTI) , Jl. Kyai Tapa No.1, Grogol, Jakarta Barat.  
b. Kampus Menara Batavia – Lantai Dasar Jl. K.H Mas Mansyur 126, Jakarta Pusat.  
Pusat Bahasa

Tentang Lembaga Budaya

Selamat datang di website Lembaga Budaya Universitas Trisakti, yang  berfungsi sebagai layanan  pembinaan budaya bangsa ke dalam kampus (internal), dan bersifat sosial edukatif bagi Mahasiswa, Tenaga Pendidik (Dosen) dan Tenaga Kependidikan (karyawan), disamping  bersifat public service bagi masyarakat luar kampus (eksternal).

Hubungi Kami



Email: humas@trisakti.ac.id